Do’a Amalan di Malam Tahun Baru: Bukan Berpesta! Ini Yang di Sunahkan Dalam Islam 

“Tuhanku, Aku Berharap Kau Menerima Perbuatanku Yang Kau Ridhai di Tahun ini Amin.

DJ ~ “Malam pergantian tahun yang identik dengan perayaan besar-besaran ternyata tak ada dalam ajaran agama Islam. Lalu apa saja amalan malam tahun baru yang disunahkan dalam Islam?

Merangkum berbagai sumber, tak ada perayaan malam tahun baru masehi dalam Islam, hal ini dibenarkan oleh KH Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym. 

Adapun hal yang harus dilakukan ketika melewati malam pergantian tahun adalah mengamalkan hal-hal yang disunahkan dalam Islam. Apa saja amalan malam tahun baru dalam Islam?

1. Sholawat

Saat malam pergantian tahun, kita disunahkan untuk bersholawat atau melantunkan puji-pujian pada Allah SWT yang kemudian dilanjutkan dengan berdoa.

2. Berdoa

Doa Nabi Muhammad

Merangkum NU Online, pergantian tahun adalah simbol dari harapan baru sehingga doa memegang peranan penting untuk mengarahkan harapan. Ini adalah doa yang dibaca Rasulullah di awal tahun.

“Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.”

Artinya:

 “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini.”

“Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

Doa Akhir Tahun

“Allahumma ma‘amiltu min ‘amalin fi hadzihis sanati ma nahaitani ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fiha ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘ala ‘uqubati, wa da‘autani ilat taubati min ba‘di jaraati ‘ala ma‘shiyatik. Fa inniastaghfiruka, faghfirli wa ma ‘amiltu fiha mimma tardha, wa wa‘attani‘alaihits tsawaba, fa’as’aluka an tataqabbala minni wa la taqtha‘ raja’i minka ya karim.”

Artinya:

“Tuhanku, aku minta ampun atas perbuatan di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu.Sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku.”

“Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

3. Hindari Maksiat

Umat Muslim harus menghindari hal-hal maksiat, sehingga sebagian ulama menyarankan masyarakat untuk tidak mengadakan perayaan secara berlebihan. Selain tak sejalan dengan ajaran agama Islam, hal ini juga sebagai upaya menghindari maksiat.

Itulah amalan malam tahun baru yang disunahkan dalam Islam. (*)

 

(Sahuri)

You cannot copy content of this page

Verified by MonsterInsights