_Armada Hanya Ada di Tebo Ilir, Kejadian Berulang hingga 4 Kali dalam Beberapa Bulan_
Deteksijambi.com ~ TEBO – Sebuah toko bangunan milik Li Ming Quan (wiraswasta) terbakar besar pada malam Kamis (15/01/2026) di RT.09 Dusun Sungai Berdaro, Desa Bangko Pintas, Kecamatan Muara Tabir, Provinsi Jambi. Laporan masuk ke pihak berwenang pukul 19.00 WIB, dengan api yang berkobar tinggi terlihat jelas dari kejauhan.
Dalam video yang beredar di media sosial, salah satu perempuan warga mengungkapkan kekhawatiran dengan menyampaikan, “Pak Camat, sepertinya jadi PR kita damkar Pak Camat. Warga saya ada yang kebakaran, toko bangunan Pak Camat, sangat besar api nya, posisi di Bangko Pintas Dusun Sungai Berdaro.”
Setelah menerima informasi dari warga dan Polsek Muara Tabir, Personil Damkar Regu Jaga Pos Tebo Ilir segera berangkat menuju Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) sekitar pukul 19.10 WIB. Namun, akibat jarak yang jauh dan kondisi jalan yang rusak, armada baru dapat tiba di lokasi pada pukul 21.39 WIB. Saat tiba di TKK, api sudah berhasil dikendalikan oleh masyarakat setempat. Personil Damkar kemudian melakukan proses pendinginan hingga kondisi area dinyatakan aman dan mencapai status hijau pada pukul 21.59 WIB. Armada kembali ke pos pada pukul 01.50 WIB keesokan harinya.
Camat Muara Tabir, Jufri H.R, menyampaikan kekhawatirannya terkait kejadian yang bukan pertama kalinya terjadi. “Saya selaku pimpinan di Muara Tabir, karena ini sudah berulang-ulang kali kejadian kebakaran – di akhir tahun kemarin di Tambun Arang dan di awal tahun ini di Bangko Pintas, termasuk yang terbesar. Kita mau berbuat apa.”
Menurutnya, meskipun pos damkar sudah ada di samping kantor camat, armada atau mobil pemadamnya tidak tersedia. “Berkat kerja sama masyarakat jadi alhamdulillah api bisa terkendali. Waktu kejadian, saya langsung komunikasi ke dinas damkar dan mobil damkar langsung meluncur dari posko Tebo Ilir. Dengan kondisi jalan dan jarak yang ada, perjalanan hampir dua jam dari Tebo Ilir.”
Camat juga mengungkapkan harapan untuk mendapatkan armada damkar khusus untuk Kecamatan Muara Tabir. “Mudah-mudahan dengan pengalaman ini, bisa ada mobil damkar di Kecamatan Muara Tabir. Kalau kejadian seperti ini, ya barang sudah habis karena bantuan paling dekat dari Kecamatan Tebo Ilir, sementara Kecamatan Tabir Timur juga belum punya damkar.”
Menurut catatannya, tahun 2025 saja terjadi sekitar 4 kali kejadian kebakaran di Desa Tambun Arang pada bulan Desember, dan kini di awal Januari 2026 terjadi lagi di Desa Bangko Pintas dengan skala yang cukup besar.
Salah satu warga Desa Bangko Pintas, Subianto, menyampaikan keluhan dan harapan dengan nada kesal. “Kebakaran sudah 2 jam, posko pemadam kebakaran jauh nian, jadi kebingungan kami.”
Ia menambahkan, “Masyarakat kan kebingungan karena pemadam kebakaran jauh. Kami mengharapkan kalau ada pemadam kebakaran dekat, bisa langsung dihubungi dan datang dengan cepat untuk Kecamatan Muara Tabir.”
Subianto juga mengungkapkan bahwa posko damkar yang ada di wilayah mereka saat ini tidak beroperasi lagi dan tidak memiliki fasilitas. “Kalau sekarang ini, apalagi yang ada di posko Sungai Bengkal kalau kesini perjalanan jauh, barang atau rumah sudah habis. Sekali lagi saya sampaikan harapan kepada pemerintah, pemadam kebakaran itu seharusnya aktif terus di kecamatan kami.”
Kepala Bidang Damkar, Habibie, St.MM, memberikan tanggapan terkait kejadian dan keluhan masyarakat. “Kami sangat menyesal dengan kejadian yang terjadi di Desa Bangko Pintas. Keluhan dari masyarakat dan pihak kecamatan sudah kami terima dengan serius.”
Menurutnya, keterbatasan armada dan pos damkar di beberapa kecamatan di Kabupaten Tebo memang menjadi tantangan utama. “Saat ini, kami hanya memiliki beberapa armada yang tersebar di pos-pos utama, termasuk di Tebo Ilir. Kondisi jalan yang kurang baik juga menjadi faktor yang memperlambat waktu tempuh saat ada panggilan darurat.”
Habibie menambahkan bahwa pihaknya sudah melakukan langkah konkrit untuk mengatasi permasalahan ini. “Kami telah mengajukan permohonan penambahan armada damkar dan revitalisasi pos-pos damkar yang tidak beroperasi, termasuk untuk Kecamatan Muara Tabir, ke pemerintah kabupaten. Selain itu, kami juga sedang melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk memperbaiki akses jalan menuju wilayah-wilayah yang rawan kejadian kebakaran.”
“Selain itu, kami juga akan meningkatkan sosialisasi tentang pencegahan kebakaran dan membentuk tim sukarelawan pemadam kebakaran masyarakat di setiap kecamatan, agar bisa memberikan tanggapan cepat sebelum armada damkar tiba di lokasi,” tutupnya.
Berikut rincian kejadian:
– Pelapor: Masyarakat/Polsek Muara Tabir
– Objek Terbakar: Toko bangunan (ruko dua lantai) seluas 20×30 meter persegi
– Pemilik: Li Ming Quan (Wiraswasta)
– Penyebab Dugaan: Arus pendek
– Perkiraan Kerugian: Sekitar Rp1,5 M
Selama penanganan kejadian, seluruh pos Damkar di Kabupaten Tebo lainnya dalam kondisi siap dan memantau perkembangan dari masing-masing posnya. Dokumentasi berupa video dan foto terkait kejadian telah terlampir sebagai bukti. Pihak Damkar juga telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan Polsek Muara Tabir terkait penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.(Mus)

















