Oleh: Winnarti Amd.AFM
Deteksijambi.com ~ Ibu dan generasi adalah dua sosok yang tak terpisahkan. Seorang ibu mempunyai peran besar dalam Mencetak generasi, pemimpin dan penakluk yang tidak takut oleh apapun dan siapapun kecuali kepada Allah SWT.
Seorang ibu memiliki visi, dan doa yang mampu menembus langit menuju surga.
Ibu memiliki kekuatan besar, semangat yang kuat dan senjata yang mustajab yaitu doa. Ibu adalah tiang negara, tangan lembutnya tidak hanya menghantar buaiyan tapi menggoncang dunia merubah peradaban.
Perpaduan peran sebagai ibu sebagai madrasah Al ulla ( sekolah pertama) bagi anak-anak nya, dan selain itu juga memiliki kewajiban berdakwah yang didasari oleh kesadaran politik yang tinggi menyiapkan generasi ideologis.
Tidak menafikan fitrahnya sebagai pengantur rumah tangga dan madrasah Al ula ibu juga berkewajiban berdakwah ditengah tengah umat, mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Memiliki kesadaran politik yang sohih sehingga tidak hanya hidup untuk keluarga tapi juga berjuang untuk peradaban yang mulia.
Dengan kesadaran politik yang tinggi, seorang ibu mampu memaksimalkan perannya dengan cita-cita yang besar nan mulia.
Tidak kurang Contoh contoh keberhasilan Ibu mendidik generasi terdahulu yg mampu memukau dunia, ibu para ulama dalam Islam antara lain adalah Ummu Sulaim (ibu Anas bin Malik) yang cerdas mendidik anaknya menjadi pelayan Rasulullah ﷺ; Ibunda Sufyan ats-Tsauri yang rela memintal benang untuk modal belajar anaknya; Ibunda Imam Syafi’i (Fatimah al-Azdiyah) yang cerdas memindahkan anaknya ke Mekah agar nasabnya terjaga dan belajar di pusat ilmu; serta Al-Khansa yang mengantarkan anak-anaknya berjihad.
Mereka adalah teladan wanita salehah yang mendidik, mendukung, dan membentuk putra-putranya menjadi tokoh besar agama dengan keimanan dan kecerdasan yang kuat.
Tantangan Peran Ibu di Sistem Sekuler.
Pertama, Serangan pemikiran dan budaya (kesetaraan gender, HAM, Moderasi beragama) menciptakan lingkungan yang rusak, menganggap maksiat suatu hal yang biasa bahkan dinormalisasi. Ke dua Serangan dunia digital, tidak sedikit ibu-ibu tergelincir oleh kecanggihan dunia digital, dengan dalih zaman kami muda semua itu belum ada, akhirnya mereka seolah olah lupa diri lupa usia, membuat konten konten yg tidak bermanfaat justru kadang merendahkan harga diri, tercabutnya rasa malu dan menjadi contoh yang kurang baik bagi generasi juga kasus perselingkuhan meningkat dan berujung pada perceraian.
Yang ke tiga, Penerapan sistem ekonomi kapitalisme yang membuat peran perempuan semakin berat. Tentu saja akan terasa lebih berat karna disistem sekuler kapitalis ini ruh kepemimpinan bagi suami ditentukan oleh materinya, ada suami yang kaya tapi kejam, ada suami yang miskin istri tidak setia, disisi yg lain istri dipaksa jadi tulang punggung keluarga karna disistem ini pula peluang bekerja lebih dibuka atau lebih mempermudah ibu ibu yang bekerja, sejatinya sistem ini sengaja menarik ibu ibu agar meninggalkan rumah rumah mereka, ibu jadi sibuk tak punya banyak waktu bersama sang buah hati kepengasuhan hilang maknanya dan mulai lah tercabut fitrahnya sebagai Ummu warobatulbait.
Tekanan ekonomi sering menjadi penyebab terbesar hancurnya keluarga.
Namun dibalik mendung terkadang muncul pelangi , jangan berputus asa ibu ibu di seluruh dunia, zaman boleh berubah tapi kebenaran tetap akan selalu menang, jadi teruslah berperan nyata dalam mendidik, mengasuh, menbersamai anak anak generasi penerus, hal yang dapat dilakukan diantaranya;
Pertama, Menetapkan visi pendidikan bagi anak-anaknya sebagai abdullah, khalifah fil ardh dan khairu ummah. Dengan memilihkan sekolah yang ideologis, mendukung anak secara moril maupun materil dalam mencapai pendidikan yang terbaik. Mengarahkan minat bakat anak ke arah yang benar atau yang berpotensi dalam menunjang kebangkitan umat.
Kedua, Ibu harus bisa menjadi teladan, sosok yg menempati ruang istimewa di hati sehingga ibu menjadi obat bagi sakit yg dibawa oleh zaman, menjadi tempat pulang dan tempat terhangat diantara kejamnya dunia.
Ketiga, Ibu ideologis terus berupaya kuat berpikir kritis dan cemerlang. Selain menjadi ibu juga menjadi pendakwah ideologis, selain mendidik anak juga mendidik umat mengajak umat untuk mengkaji Islam, segala upaya nya harus dibarengi upaya mengubah sistem kapitalisme sekuler yang rusak dan merusak, batil dan zholim dengan sistem yang benar dan menyejahterakan yakni sistem Islam.
Karna sistem Islam berasal dari Allah SWT sang Kholiq Al Mudabbir. Yang sesuai fitrah manusia, membawa keberkahan dan Rahmat bagi seluruh alam.**
Wallahu a’lam bishawwab…

















