Oleh : Siti nurkotimah (Aktivis dakwah Islam kaffah)
Deteksijambi.com ~ Kaltim – Sungguh miris sekali kondisi remaja atau pelajar saat ini, banyak berita kenakalan remaja yang semakin hari semakin meresahkan bagi semua orang tua dan para pendidik. Dunia remaja saat ini ternyata semakin banyak diwarnai oleh kasus-kasus yang mengkawatirkan, generasi yang digadang- gadang akan menjadi generasi emas nyatanya masih tenggelam dalam berbagai bentuk pelanggaran pelanggaran sosial seperti yang terjadi pada para pelajar SMP Negeri 4 Balikpapan .
Yang diberitakan sebelumnya, jajaran Polsek Balikpapan Barat pada hari Minggu 18 Januari kemarin telah mengamankan sebanyak 14 remaja di bawah umur saat menggelar patroli rutin yang diduga akan merencanakan tawuran sekitar pukul 02.00 wita. Mereka rata-rata masih dibawah umur 15 hingga 18 tahun. Dan mendapati sejumlah barang bukti berbahaya seperti dua busur beserta anak panah, ketapel, celurit dan palu.
Menanggapi adanya peristiwa tersebut Afandi menilai hal itu lebih disebabkan oleh faktor lingkungan dan pergaulan. Kepala SMP negeri 4 Balikpapan Afandi menegaskan pentingnya peran bersama antara orang tua, sekolah dan masyarakat. Beliau menyebut peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan kenakalan remaja masih nyata dan perlu ditangani secara kolektif. Menurutnya pembinaan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada orang tua atau sekolah semata, seluruh elemen masyarakat diminta untuk tidak bersikap acuh ketika melihat aktivitas anak-anak yang mencurigakan. (Kaltimkita.com, 19/1/26)
Namun, anehnya dari pihak sekolah dengan tegas memastikan bahwa tidak akan memberi sanksi karena menganggap kejadian tersebut sebagai bentuk kekhilafan yang harus dijadikan pelajaran. Padahal seharusnya kasus-kasus seperti ini tidak bisa disederhanakan sebagai kekhilafan atau emosi sesaat. Ini adalah problem struktural dari sistem pendidikan yang tidak sedang baik-baik saja. Disatu sisi, tidak ada pembenaran atas tindakan murid yang tawuran.
Dengan banyaknya kasus kenakalan remaja yang terjadi di Balikpapan menggambarkan bahwa ada peraturan yang kurang tepat. Walaupun selama ini SMP negeri 4 Balikpapan telah menerapkan pola pengawasan yang sangat ketat melalui komunikasi digital. Bahkan sekolah sudah melakukan upaya-upaya seperti bagi yang muslim diwajibkannya melaksanakan sholat Zuhur berjamaah dan dilakukan absensi satu persatu bahkan sudah dilaksanakan tujuh pembiasaan,mulai dari bangun pagi, beribadah, berolah raga, makan pagi, belajar hingga etika bermasyarakat dan tidur cepat . Namun nyatanya tawuran di kalangan remaja tetep saja terjadi.
Ini menunjukkan bahwa solusi atau langkah yang selama ini diambil kurang tepat dan tidak cukup hanya upaya orang tua, sekolah, masyarakat maupun tokoh agama, tetapi juga butuh peran negara .
Kenakalan remaja dan pelajar adalah buah dari sistem pendidikan sekuler kapitalisme.
Sistem pendidikan yang hanya fokus pada nilai akademis dan pengembangan keterampilan praktis dan kreativitas akan lebih condong melahirkan pola pikir materi duniawi dan hanya mengejar jabatan sehingga jauh dari tsaqofah Islam. Sehingga penerapan sistem pendidikan sekuler saat ini terbukti telah gagal melahirkan generasi yang beriman dan bertakwa.
Berbeda dengan sistem Islam. Dalam sistem Islam, pendidikan adalah salah satu hal penting dan sangat diperhatikan, Islam menjadikan pendidikan sebagai kebutuhan dasar yang dijamin ketersediaan nya oleh negara. Tujuan pendidikan dalam Islam adalah membentuk kepribadian Islam dan membekali anak didik dengan sejumlah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan urusan hidupnya.
Telah ditulis oleh Syaikh Taqiyuddin an Nabhani dalam kitab Nizhomul Islam.
Bahwa Sistem pendidikan Islam di dalam negara khilafah mengintegrasikan ilmu agama (seperti aqidah, fiqih, tasawuf/akhlak dan lain-lainnya. Dengan ilmu duniawi seperti sains, matematika,dan teknologi). Tujuannya adalah untuk menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas dalam urusan dunia, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang ajaran agama dan mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupan. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Saw yang artinya:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya” (HR Ahmad).
Yakinlah, hanya sistem Islam termasuk di dalamnya sistem pendidikan Islam yang akan melahirkan generasi emas. Itulah generasi yang beriman, bertakwa, cerdas dan berprestasi.
Wahai kaum muslim! Saatnya kita menyelamatkan para remaja dan pelajar dari krisis adab atau akhlak.
Islam adalah solusi yang akan memperbaiki akhlak para remaja dan pelajar. Karena itu mari kita menjadikan Islam sebagai solusi total kehidupan.
Hanya Islam yang telah terbukti dalam sejarah mampu melahirkan generasi harapan yang cerdas dan berakhlak mulia.**
Wallaahua’lam bi Ash-shawwaab.

















