Potensi Generasi Muda Melempem, Sogokan Merajalela

Oleh: Fahira Mutya Mutmainna, S.Si (Aktivis Dakwah)

Deteksijambi.com ~ Generasi muda adalah generasi yang sangat berpengaruh pada berubahnya sebuah peradaban. Untuk itu yang menjadi target program PT PAMA KIDE adalah tingkat sekolah menengah atas. Pekan lalu, perusahaan ini berkunjung ke SMAN 1 Muara Samu, Kabupaten Paser untuk mengenalkan sekaligus memberikan pemahaman tentang dunia kerja.

PAMA KIDE memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bidang pendidikan yaitu PAMA Goes to School. Program ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran mengenai motivasi dan komitmen dalam berwirausaha. Tentu hal ini sejalan dengan karakter PAMA dan growth mindset dalam menjalani sebuah usaha yakni, memberikan pembelajaran mengenai champion spirit.

Raudatun Hasanah selaku Kepala sekolah SMAN 1 Muara Samu memberikan statement bahwa dengan adanya program ini para siswa akan mendapatkan bekal yang berguna untuk dunia usaha sekaligus merancang masa depan mereka. Tak hanya itu, menurutnya program PAMA Goes to School ini memberikan pengalaman baru dan pengembangan diri kepada siswa-siswi mengenai lingkungan operasional pertambangan.

Kunjungan dari pihak perusahaan dengan tujuan untuk memperkenalkan dirinya sekaligus memotivasi pelajar agar dapat bekerja setelah lulus sekolah pada dasarnya tidak sejalan dengan visi pendidikan itu sendiri. Visi yang dimaksudkan yaitu generasi muda akan dibentuk menjadi penggerak perubahan bukan malah diarahkan untuk kepentingan pasar atau korporasi semata.

Dunia pendidikan terkhusus untuk guru dan pelajar harusnya lebih waspada dengan perusahaan-perusahaan yang berbau pertambangan karena jelas notabenenya memberikan dampak negatif pada lingkungan. Para perusahaan tersebut sejatinya sering memberikan sogokan seperti menawarkan pekerjaan, hadiah, bahkan beasiswa dan sejenisnya yang tentunya tidak sebanding dengan hasil kekayaan yang mereka kelola sendiri.

Padahal, pertambangan merupakan sumber daya alam yang harusnya dikelola oleh negara, bukan dengan perusahaan-perusahaan asing. Potensi generasi muda sangat rentan dibajak oleh kepentingan hegemoni yang jelas dipegang oleh para pemodal. Bukan menjadi rahasia lagi jika hal itu terjadi, pemilik modalah yang akan selalu berkuasa dengan dijembatani regulasi yang dibuat oleh negara. Bukan tidak mungkin jika terjadi mutualan antara penguasa dan pengusaha.

Sehingga para pemodal dengan gampang meraup keuntungan sebesar-besarnya dengan memanfaatkan potensi generasi muda saat ini. Akibatnya, generasi pemuda menjadi lembek seperti kerupuk bahkan tidak sadar mereka dijajah secara pemikiran dan menjadi budak korporasi.

Dalam Islam, pendidikan adalah kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi oleh negara dengan segala hal yang terkait di dalamnya. Sistem pendidikan Islam memiliki visi dan misi yang jelas, yakni membentuk generasi yang menjadi output utuh dengan unsur-unsur pendidikan hakiki yang bukan hanya terkait intelektual, tetapi juga iman, amal dan kepribadian Islam (syakhsiyah islamiah) agar terbentuknya agen perubahan di masa depan.

Selain itu, sistem pendidikan Islam yang gemilang akan melahirkan generasi emas yang bermanfaat untuk umat. Bukan hanya sistemnya, guru juga sangat berperan penting untuk mendidik dan mewujudkan SDM yang unggul dan berkualitas. Otomatis, guru juga harus berkepribadian Islam agar memiliki pola pikir dan sikap islami.

Sehingga guru dapat mengarahkan generasi muda agar potensinya digunakan untuk kegemilangan islam mercusuar peradaban. Sementara itu, hal paling mendasar dari generasi muda adalah sebagai hamba Allah SWT. Artinya, generasi muda bukan miliknya sendiri, bukan milik ibu-bapaknya, apalagi milik korporasi.

Tetapi, mereka adalah hamba Allah SWT yang memiliki potensi, energi, skill dan talenta yang dapat digunakan untuk menjalankan proyek Allah SWT, melayani kepentingan Islam dan kaum muslim. Sehingga generasi muda akan melakukan amar makruf nahi mungkar kepada penguasa dan kedzaliman.

Oleh karena itu, perlu pencerdasan dengan Islam sehingga potensi generasi hanya untuk perubahan yang hakiki.**