Oleh: Winnarti Amd AFM
Deteksijambi.com ~ Program MBG sudah berjalan setahun, ancaman stunting tetap tak terselesaikan. Dengan anggaran yang tidak main main, namun menunjukkan dampak yang main main pula.
Hal ini menunjukkan bahwa program ini dapat dikatakan salah sasaran, seharusnya anak anak yang stunting inilah yg menjadi focus pemerintah. Mulai dari pendataan yang akurat hingga pendamping yang berkelanjutan sehingga masalah stunting dapat dianalisa dengan jelas.
Seharusnya pemerintah tidak menjeneralkan semua dapat MBG, tapi memperhatikan siapa yang benar benar membutuhkan penanganan dengan MBG ini, khususnya yang betul betul terdata stunting. Agar pemerintah focus ke akar masalah dan penanganan nya juga jelas dan terarah.
Alih alih menjadi solusi stunting di beberapa daerah dilaporkan ada kasus Keracunan massal MBG, yang itu bukan satu atau dua orang tapi ratusan anak menjadi korban, hal ini harus nya menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan keselamatan nyawa anak anak.
Ditambah lagi dengan adanya fakta bahwa ompreng yang digunakan untuk menjadi wadah makanan MBG tersebut mengandung zat babi, jelas ini menjadi polemik yang mengkhawatirkan ditengah tengah masyarakat muslim tentang suatu prinsip yaitu makanan dipandang tidak hanya sekedar sehat atau baik namun harus memperhatikan kehalalannya. Karena halal dan haram adalah sebuah aturan yang berasal dari sang Pencipta yg wajib di taati masyarakat muslim.
Dari jumlah ribuan SPPG yang ada hanya beberapa ratus dapur SPPG yang memenuhi standar, lebih banyak yang tak sesuai standar, sebagai mana kita ketahui budgeting anggaran besar berdampak pada pengurangan anggaran bidang lain, sebagai mana kebijakan pemerintah untuk memotong dari anggaran bidang lain dan terfokus pada program MBG ini, jelas ini menambah masalah yang mewarnai program MBG.
Bagaimana tidak, misal anggaran pendidikan yang seharusnya digunakan untuk mencerdaskan anak bangsa malah dipotong hanya untuk mengenyangkan perut sesaat, kecerdasan diabaikan hanya demi perut yang tidak benar benar lapar.
Sejatinya MBG adalah program populis kapitalistik sehingga yang dipentingkan adalah terlaksanakannya program, bukan manfaatnya untuk kemaslahatan masyarakat dan tidak menyelesaikan masalah stunting. Maka jelas berharap masalah stunting akan membaik bagaikan pungguk merindukan bulan.
MBG dipaksakan untuk terus berjalan meski banyak permasalahan krusial di lapangan. Ini menunjukkan bahwa MBG bukan untuk kepentingan rakyat, tapi kepentingan penguasa dan pengusaha yang mengelola dapur SPPG yang kebanyakan adalah kroni penguasa.
Media lantas menyinggung mengenai pihak yang paling diuntungkan dari program MBG yang tetap berjalan saat libur sekolah.
“Kenapa program ini tidak berhenti? Itu sebetulnya sederhana, karena dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) itu harus ngebul,” kata Media.
“Jadi, yang paling diuntungkan hari ini karena MBG dipaksakan untuk terus berjalan ya adalah dapur-dapur SPPG tadi.”
Ia mengatakan selama SPPG tetap menyalurkan MBG, biaya operasional dan kontrak tetap berjalan. Juga margin profit tetap aman untuk SPPG tersebut. Kompas.tv
Program MBG menunjukkan bahwa penguasa kapitalistik tidak amanah terhadap anggaran negara yang strategis. Anggaran yang sangat besar itu hanya menambah beban rakyat.
Dalam sistem Islam, setiap kebijakan adalah untuk kemaslahatan rakyat dan sesuai syariat. Visi negara adalah raa’in( periayah rakyat ) sehingga kebijakan harus dalam rangka melayani kebutuhan rakyat, bukan untuk kepentingan pengusaha atau untuk popularitas penguasa.
Kekuasaan dalam Islam adalah amanah yang ditakuti atas pertanggung jawaban nya dihadapan Allah. Jadi relevan antara pemimpin, ketaqwaan dan kebijakan atau aturan yg diterapkan Islam.
Terpenuhi nya gizi manusia menjadi tanggung jawab negara, stunting akan sedikit sekali terdata dan hampir tidak ada, karna Kebutuhan gizi rakyat dipenuhi secara integral melibatkan semua sistem yang ada. Sistem pendidikan mengedukasi tentang gizi. Sistem ekonomi memenuhi kebutuhan dasar rakyat.
Negara juga menyediakan lapangan kerja sehingga kebutuhan gizi keluarga bisa dipenuhi oleh kepala keluarga. Negara menjamin ketersediaan bahan pangan dengan harga terjangkau sehingga makanan bergizi mudah diakses rakyat.
Ini lah solusi masalah stunting yang berkepanjangan dinegri tercinta ini, oleh karena itu mari bersama sama mengupayakan kembalinya kehidupan Islam, karena dengan Islam manusia dimanusiakan. Wallahuaklambisawab.**

















