“Keadilan yang Hilang dalam Tragedi Pembunuhan”
Deteksijambi.com ~ SUMSEL – Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Dusun IV, Desa Padang Bulan, Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Pada malam tragis tanggal 30 Oktober 2023, Saidina Ali, seorang petani karet sekaligus kepala keluarga yang dikenal ramah, ditemukan tewas bersimbah darah di kebun karet.
Namun, kasus ini menjadi sorotan publik karena muncul dugaan kuat terjadi salah tangkap terhadap Angkasa (58), warga sekitar yang juga dikenal dengan panggilan Ujang Kocot. Penangkapan ini berdasarkan kesaksian Mizar yang menyebut bahwa suara pelaku terdengar mirip dengan suara Angkasa.
Kronologi malam nahas itu menunjukkan bahwa Angkasa menghadiri acara hajatan sunatan di rumah panggung milik Ibu Babay, tetangga di dusun yang sama. Ia sempat berbincang dengan Saidina Ali dan Mizar sebelum pulang menumpang motor milik Mulyadi.
Setelah kejadian, Mizar memberikan kesaksian yang berbeda-beda. Awalnya, ia menyebut Angkasa sebagai pelaku, namun kemudian ia mencabut keterangannya dan menyebut bahwa pelaku sebenarnya adalah tiga orang: Hendra, Samin, dan Riki.
Kesaksian anak korban, Asmara, juga sangat menyentuh hati. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap proses hukum yang dianggap janggal dan tidak transparan. “Kami keluarga korban sangat terpukul dengan kematian ayah kami. Tapi yang lebih menyakitkan adalah ketika melihat orang yang tidak bersalah dijadikan tersangka,” ucapnya.
“Kalau benar ada tiga pelaku dan satu orang dijadikan kambing hitam, ini adalah tragedi ganda: korban sudah mati, tapi keadilan malah dikubur,” ujar seorang praktisi hukum.
Keadilan masih menjadi tanda tanya dalam kasus ini. Akankah keadilan ditegakkan, atau akan terus terkubur bersama luka keluarga yang belum sempat sembuh?.**

















