TEBO  

Inovasi S4 GENTING Agus-Nazar Bawa Tebo Raih Penghargaan dan Tembus Nasional


TEBO ~ Deteksijambi.com – Dua tahun pemerintahan Bupati Tebo Agus Rubiyanto, SE, MM dan Wakil Bupati Nazar Efendi, SE,.M.Si menghadirkan inovasi dalam penanganan stunting melalui S4 GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).

Inovasi ini menjadi terobosan Agus-Nazar dalam mengubah kepedulian ASN menjadi gerakan gotong royong yang terstruktur, berjenjang dan tepat sasaran. Bukan sekadar program bantuan, S4 GENTING menempatkan ASN sebagai bagian langsung dari upaya membantu keluarga berisiko stunting.

Diluncurkan sejak November 2025 melalui SK Bupati Tebo tentang Inovasi Daerah Penanggulangan Stunting, S4 GENTING mengusung konsep sederhana yang mudah dilakukan:

S1 – Segenggam Beras

S2 – Sebutir Telur

S3 – Sekotak Susu

S4 – Seribu Uang.

Kontribusi tersebut dikumpulkan dan disalurkan kepada Keluarga Berisiko Stunting (KRS), ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK), serta balita gizi kurang yang telah terdata by name by address oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Pelaksanaannya dilakukan secara berjenjang dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa dan kelurahan. Camat menjadi Bapak Asuh Kecamatan, sementara kepala desa dan lurah menjadi Bapak Asuh Desa/Kelurahan, sehingga intervensi dapat menjangkau keluarga sasaran hingga pelosok.

Setiap tanggal 17, bertepatan dengan Hari Kesadaran Nasional (HKN), pengumpulan bantuan S4 GENTING dilakukan di lingkungan perangkat daerah. Beras, telur, susu dan uang yang terkumpul kemudian disalurkan untuk membantu keluarga yang membutuhkan.

Komitmen dan inovasi S4 GENTING mendapat pengakuan melalui penghargaan dari BKKBN Perwakilan Provinsi Jambi. Pengakuan ini menjadi penyemangat bagi Pemerintah Kabupaten Tebo untuk terus memperkuat gerakan gotong royong dalam mendukung percepatan penurunan stunting.

Tak berhenti di tingkat provinsi, S4 GENTING kini juga sedang mengikuti Genting Award Nasional Tahun 2026. Keikutsertaan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi daerah Kabupaten Tebo di tingkat nasional sekaligus menunjukkan bahwa gerakan sederhana berbasis kepedulian ASN dapat menjadi pendekatan yang berarti dalam mendukung penanganan stunting.

Kekuatan inovasi ini terletak pada kesederhanaannya. Agus-Nazar mengonsolidasikan kontribusi kecil dari banyak ASN menjadi dukungan nyata bagi masyarakat, tanpa menjadikan besarnya anggaran sebagai satu-satunya tumpuan untuk bergerak.

Berdasarkan data Dinas PPKB Kabupaten Tebo, jumlah Keluarga Berisiko Stunting yang telah diverifikasi pada 2025 mencapai sekitar 22 ribu keluarga. Dari dua kali pelaksanaan S4 GENTING dalam satu tahun berjalan, hampir 300 keluarga telah mendapatkan manfaat. Cakupan ini masih terus diperluas karena masih banyak keluarga berisiko yang belum terfasilitasi.

S4 GENTING menjadi salah satu bagian dari upaya percepatan penanganan stunting di Kabupaten Tebo.

Pada awal pemerintahan Agus-Nazar tahun 2025, prevalensi stunting Tebo tercatat 24,2 persen. Berdasarkan data yang disampaikan, pada Agustus 2026 angka tersebut berada di 0,4 persen. Cakupan kunjungan balita ke Posyandu juga meningkat dari 77 persen pada 2025 menjadi sekitar 94 persen pada 2026.

Bagi Agus-Nazar, pembangunan manusia merupakan bagian penting dari visi Tebo Cerdas, Sehat dan Sejahtera.

“Infrastruktur penting, tetapi manusia jauh lebih penting. S4 GENTING bukan hanya program dinas, melainkan gerakan kemanusiaan,” demikian semangat yang diusung dalam inovasi tersebut.

S4 GENTING menjadi bukti bahwa inovasi daerah tidak selalu harus mahal. Melalui kepedulian yang dikonsolidasikan, kontribusi kecil dapat menjadi gerakan bersama untuk membantu keluarga dan memperkuat upaya penanganan stunting.

Agus-Nazar menggerakkan ASN, ASN menguatkan kepedulian, dan gotong royong menjadi kekuatan Tebo menuju Zero Stunting.(Aril)