Bungo  

Kemiskinan Rakyat vs Keserakahan Pemodal PETI di Limbur Lubuk Mengkuang


Deteksijambi.com ~ Bungo – Di balik gemerlap emas yang dihasilkan dari perut bumi Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, tersimpan potret kemiskinan dan keterpurukan ekonomi yang kian mendalam bagi masyarakat lokal. Sementara segelintir pemodal menikmati keuntungan miliaran rupiah, warga setempat hanya mendapatkan sisa-sisa kehancuran.

Ekonomi Rakyat yang Tercekik

Aktivitas “Lobang Tikus” ini menciptakan ketergantungan ekonomi yang tidak sehat. Lahan-lahan pertanian dan perkebunan karet yang selama puluhan tahun menjadi penopang hidup warga kini hancur dan tidak bisa ditanami lagi.

 * Hilangnya Mata Pencaharian Berkelanjutan: Warga yang tergiur menjadi pekerja tambang seringkali terjebak dalam upah yang tak sebanding dengan risiko nyawa, sementara lahan tani mereka sendiri telah rusak permanen.

 * Inflasi Lokal: Kehadiran para pemodal luar daerah seringkali memicu kenaikan harga kebutuhan pokok di sekitar lokasi tambang, yang justru mencekik warga yang tidak ikut menambang.

Suara Tokoh Masyarakat: “Jangan Tunggu Ada Korban Jiwa”

Seorang tokoh masyarakat setempat menyatakan keprihatinannya atas sikap apatis aparat kepolisian. Menurutnya, pembiaran ini tidak hanya merusak alam, tapi juga merusak tatanan sosial.

> “Kami sudah berkali-kali menyuarakan ini, tapi suara kami seolah menguap di udara. Apakah polisi menunggu ada warga yang tertimbun di dalam lobang tikus itu baru mau bergerak? Atau menunggu alam murka dengan banjir bandang?” ungkap sang tokoh dengan nada kecewa.

Beliau menambahkan bahwa aparat kepolisian seharusnya menjadi garda terdepan dalam melindungi aset negara dan lingkungan, bukan justru terkesan memberi ruang bagi para mafia emas untuk beroperasi tanpa rasa takut.

Tuntutan Masyarakat

Masyarakat Limbur Lubuk Mengkuang kini menuntut tiga hal utama:

 * Tindakan Tegas: Tangkap pemodal (cukong) dan sita alat berat/mesin tambang, bukan hanya mengejar pekerja kecil.

 * Pemulihan Lahan: Tanggung jawab dari pihak-pihak terkait untuk melakukan reklamasi lahan yang telah bolong-bolong.

 * Evaluasi Kinerja Polisi: Meminta Kapolda Jambi mengevaluasi kinerja Kapolres Bungo dan jajaran Polsek setempat yang dianggap gagal (atau enggan) memberantas PETI. (Tim)