Deteksijambi.com ~ TEBO ILIR – Kabupaten Tebo meramaikan awal tahun 2026 dengan menggelar Panen Raya Serentak Komoditi Jagung Kuartal 1, yang digelar secara meriah di lahan jagung Desa Teluk Rendah Pasar, Kecamatan Tebo Ilir, pada Kamis (8/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Tebo Nazar Efendi, SE., M.Si; Asisten II Bupati Tebo Drs. Hari Sugiarto, CG., CAE; Kapolres Tebo AKBP Triyanto, S.I.K., S.H., M.H.; perwakilan Kajari Tebo Kasubsi II Intelijen Agus Jamaludin, SH; Kadis Perkebunan Kab. Tebo Heru Purnomo, SE; Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Kab. Tebo H.M. Ziadi, S.P., M.Si; para PJU Polres Tebo; perwakilan Camat Tebo Ilir Kasi Pem Ning Ilham; Danramil 0416/03 Sungai Bengkal KAPTEN INF. A.B Sitorus; Kepala Koordinasi BPP Kec. Tebo Ilir Asratul’aini, S.St; Sekdes Teluk Rendah Pasar Halidi, S.Ap; perangkat desa Teluk Rendah Pasar; Ketua BUMDES Pangeran Gagah Teluk Rendah Pasar Jeki Mardinata beserta anggota; Personil Polsek Tebo Ilir; serta tamu undangan lainnya. Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai perwakilan lembaga ini bukan hanya sekadar acara panen, melainkan simbol komitmen bersama dalam menguatkan ketahanan pangan daerah.
“Berkat Kolaborasi, Lahan Jagung Tebo Capai 424,77 Hektare.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Tebo AKBP Triyanto, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang turut mendukung program ini. “Panen jagung adalah bukti keseriusan kita semua dalam mewujudkan program ketahanan pangan pemerintah,” ujarnya.
Dilaporkan bahwa sejak Oktober 2024 hingga Januari 2026, total lahan yang ditanami jagung di seluruh wilayah Tebo mencapai 424,77 hektare, yang tersebar melalui empat program unggulan:
– 1 Desa 1 HA: 157,05 Ha (melibatkan 108 desa)
– Komitmen Bupati: 72 Ha (48 desa terlibat)
– Perusahaan Mitra: 10 Ha (7 perusahaan)
– Perhutanan Sosial: 4 Ha
Sampai saat ini, luas lahan yang sudah terpanen mencapai 157,22 Ha dengan hasil sebanyak 239,13 Ton. Meskipun demikian, serapan oleh Bulog baru mencapai 28,83 Ton dari target yang telah ditetapkan sebesar 130 Ton.
Wakil Bupati Tebo Nazar Efendi, SE., M.Si, menekankan bahwa program panen jagung ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar aktivitas pertanian. “Ini bukan hanya soal memanen jagung, tetapi juga bagian dari upaya membangun kemandirian pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, serta memperkuat kerja sama antar lembaga,” jelasnya.
Untuk mendorong produktivitas lebih tinggi, beliau juga mengimbau agar penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan badan usaha milik desa (BUMDES) lebih gencar dalam memberikan bimbingan kepada petani. Tujuannya, agar pada bulan Maret mendatang bisa dilakukan gelombang panen berikutnya dengan hasil yang lebih optimal.(indik)

















