TEBO  

“PKS PT Kurnia Palma Berjaya Diduga Tutup Jalan dan Rusak Sawah”

“Kelompok Tani Payo Lebar Keluhkan Air Sawah Surut dan Jalan Tutup”

Deteksijambi.com ~ TENGAH ILIR, – Kelompok Tani Payo Lebar Desa Rantau Api, Dusun Remaji, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, mengeluhkan kondisi air sawah yang surut sebagian dan sudah banyak yang terdampar. Menurut Ketua Kelompok Tani, kondisi ini akibat dari galian parit gajah yang terlalu dalam dari permukaan sawah mereka.

Selain itu, kelompok tani juga mengeluhkan bahwa jalan yang biasa mereka lewati saat ini sudah ditutup di perbatasanoleh PKS PT Kurnia Palma Berjaya, dan kebun warga. Jalan tersebut adalah jalan untuk masyarakat pergi ke sawah dari jaman dahulu sampai saat ini. Menurut warga, jalan itu bukan hanya untuk akses pergi ke sawah saja, tapi juga dilalui untuk pergi ke kebun baik karet, maupun sawit.

“Saat ini kami tidak bisa lagi lewat jalan itu padahal jalannya sangat dekat tidak sampai setengah kilo meter dari desa rantau api.Tetapi malah sebaliknya kami harus mutar yang cukup jauh memasuki dari portal pabrik sawit tersebut. Setelah masuk ke areal pabrik, kita harus melewati jalan yang cukup licin, lengket dan juga berlumpur,” kata Ketua Kelompok Tani.

Warga meminta kepada pihak perusahaan agar memikirkan nasib mereka sebagai petani. “Paling tidak jalan itu diperbaiki dan di kasih batu biar tidak becek,” kata warga.

Warga juga meminta agar pihak perusahaan membuat bendungan atau dam agar air sawah mereka tidak lagi kekeringan seperti saat ini akibat diduga parit gajah tersebut. Diduga juga merusak tanaman warga yang berdamping sama parit gajah seperti akar atau urat tanaman tersebut

Sementara itu, beberapa warga mengatakan bahwa karyawan di PKS tersebut tidak sesuai dengan kesempatan yang sudah dibuat MOU sebelum pabrik kelapa sawit berdiri atau beroperasi. “Dulu itu warga asli masyarakat 60% untuk tenaga kerja luar 40%, namun berbeda dengan kenyataan. Masyarakat asli putra desa sini paling banyak kurang lebih 25 orang, selebihnya itu pekerja dari luar semua,” ujar warga yang tidak mau namanya ditulis.

Warga berharap agar pihak perusahaan memprioritaskan dan mengutamakan warga sini untuk bekerja di PKS itu, bukan orang luar dari desa sini. “Karena warga disini masih banyak butuh pekerjaan dan banyak yang menganggur,” kata warga.

Warga juga meminta pihak Pemda Kabupaten Tebo, khusus untuk Bupati dan Wakil Bupati, dan juga pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tebo agar bisa mendengar dan membantu terkait keluhan mereka sebagai masyarakat.

Masyarakat juga meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tebo agar turun dan melakukan investigasi langsung ke sawah masyarakat dan jalan masyarakat. “Kami meminta agar DLH Kabupaten Tebo dapat turun dan melakukan investigasi langsung ke sawah masyarakat dan jalan masyarakat,” kata salah satu warga.

Masyarakat meminta agar jalan yang ditutup oleh PKS PT Kurnia Palma Berjaya dapat segera dibuka agar warga bisa melewati baik pakai motor maupun pejalan kaki. “Jalan itu sangat penting bagi kami, karena itu jalan utama untuk pergi ke sawah dan kebun,” kata warga lainnya.

Selain itu, masyarakat juga meminta agar jalan yang bonyok berlumpur dapat diperbaiki agar masyarakat bisa melewati jalan itu dengan nyaman. “Jalan itu sangat rusak dan berlumpur, sehingga sangat sulit untuk dilewati,” kata warga.

Masyarakat berharap agar DLH Kabupaten Tebo dapat membantu menyelesaikan masalah ini dan memperbaiki kondisi sawah dan jalan masyarakat. “Besar harapan agar DLH Kabupaten Tebo dapat membantu dan memfasilitasi mediasi sama pihak perusahaan agar memperbaiki kondisi sawah dan jalan masyarakat,” kata warga.

Agar berita ini akurat dan berimbang, awk media ini sdah menghubungi bayu pihak perusahaan namum belum ada tanggapan sampai berita ini diterbitkan.

 

Penulis: Amir Alamsyah

Editor: Admin