Miris,, Ingin Mengobati Anaknya Warga Ture Batal Berobat Dengan Alasan Pelayanan Telah Tutup


Deteksijambi.com ~ Batanghari — Lagi-lagi Pelayanan kesehatan di Puskesmas Selat, Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi menjadi sorotan setelah adanya kejadian yang menimbulkan kekecewaan masyarakat pada Selasa 21 April 2026.

Salah seorang warga Desa Ture Husaini yang diketahui merupakan Sekretaris Desa Ture datang untuk membawa anaknya berobat.

Berdasarkan penuturan kepada awak media di kediamannya mengatakan, “Saya tiba sekitar pukul 11.50 WIB, namun tidak mendapatkan pelayanan dengan alasan pelayanan telah ditutup pada pukul 12.00 WIB.

,”Namun, pihak puskesmas melalui salah satu pegawainya menyampaikan bahwa kejadian tersebut bukan merupakan penolakan pasien, melainkan terkait prosedur pelayanan,”tuturnya

,”Disebutkan lagi bahwa berdasarkan data di bagian pendaftaran, pasien tercatat datang pada pukul 12.04 WIB atau telah melewati batas waktu pelayanan, yang juga diperkuat melalui rekaman CCTV.

Perbedaan waktu ini kemudian menjadi titik persoalan. Selisih hanya beberapa menit justru berujung pada tidak diberikannya pelayanan, meskipun yang bersangkutan datang dengan kebutuhan mendesak untuk anak yang akan berobat.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, apakah sistem pelayanan yang ada sudah cukup berpihak pada kebutuhan darurat warga, atau justru terlalu kaku dalam penerapan aturan waktu.

Di sisi lain, informasi di lapangan juga menyebutkan bahwa pada saat kejadian, dokter yang bertugas telah tidak berada di tempat, sementara Kepala Puskesmas sedang melaksanakan dinas luar. 

Hal ini semakin menambah sorotan terhadap kesiapan pelayanan, terutama dalam memastikan keberadaan tenaga medis selama jam pelayanan berlangsung.

Pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda, terlebih bagi pasien anak. Dalam situasi seperti ini, fleksibilitas, kebijakan, dan empati pelayanan menjadi hal yang sangat penting.

Atas kejadian tersebut, yang bersangkutan menyatakan kekecewaan dan tetap berencana melayangkan surat pengaduan resmi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari serta Bupati Batang Hari, sebagai bentuk dorongan agar dilakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan yang ada.

Jika perbedaan persepsi seperti ini terus terjadi, maka bukan hanya soal prosedur yang dipertanyakan, tetapi juga kepekaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat., “tambahnya

Tanpa adanya pembenahan yang menyeluruh, pelayanan kesehatan berisiko kehilangan esensi utamanya, yaitu hadir untuk melayani, bukan sekadar menjalankan aturan.(tim)